Terapkan Mandatori B20, RI Berperan Kurangi Emisi CO2

Siaran Pers - jum'at, 17 juni 2016 - 08:38 WIB

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyatakan, Indonesia dapat berperan untuk mengurangi emisi CO2 jika penerapan mandatori biodiesel atau B20 diberlakukan. “Apalagi, biodiesel berbasis sawit tidak mempunyai kandungan sulfur yang berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya belum lama ini di Jakarta. Saat ini, menurut Joko, ada potensi sekitar 7 juta ton yang berasal pemanfaatan minyak sawit untuk biodiesel termasuk 1 juta ton biodiesel yang digunakan PLN untuk pembangkitnya. Secara Lanskap, Joko memastikan kebun sawit tidak mendominasi pemanfaatan lahan. Kebun sawit Indonesia mempunyai luas 10,5 ha atau 5,1 persen dari luasan kawasan hutan di Indonesia dan berada di luar kawasan konsesi hutan. Kelapa sawit, kata Joko, hanya bagian dari 53,5 juta ha non kawasan hutan yang diperuntukkan kawasan budidaya (agricultural land). Dibandingkan negara lain, agricultural land di Indonesia masih sangat kecil hanya sebesar 26,7 persen. Angka itu, masih dibawah rata-rata dunia 38 persen. Di Amerika agricultural land mencapai 51 persen dan Inggris 70 persen. “Kalau Indonesia mau mensejahterakan masyarakat, dan mencapai swasembada pangan, pemerintah harus berani menata pemanfataan lahan secara lebih baik,” pungkasnya. [us]


Latest post